Kamis, 12 November 2015

Siklus Hujan dalam Al Quran














Ketika kecil kita belajar bahwa air hujan berasal dari air laut yang menguap, berkumpul menjadi awan hujan, lalu airnya turun ke bumi sebagai hujan. Benarkah hanya uap air dari bumi saja yang menjadikan hujan?

1988, Dr. Louis Frank, ahli fisika dari Lowa, USA, meneliti data dari satelit Eksploler I. Atmosfer telah berlubang dihantam oleh bola es yg sangat besar menembus dari luar angkasa. Berat tiap komet diperkirakan 100 ton dan kulitnya berlapis hidro-carbon hitam. Garis tengahnya kira-kira 10 meter. Menghujani bumi dalam jumlah besar, yaitu sekitar 10 juta buah dalam setahun, atau 19 buah per menit!

Dr. Clayne Yeates, ahli fisika dari Pasadena, California, menerangkan bahwa bola-bola es itu meluncur dengan kecepatan sekitar 10 km/detik dari ketinggian 150.000 km, dan mulai pecah menjadi butiran es akibat gelombang udara sangat hangat pada ketinggian 1000 km di atas permukaan bumi. Butiran es tersebut selanjutnya menguap menjadi embun dan turun ke bumi sebagai air hujan, tetapi proses tersebut dibeberapa tempat kadang tidak sempurna sehingga bisa menyebabkan fenomena hujan batu es.






Dr. Louis Frank menghitung bahwa jumlah air ”kiriman” dari luar angkasa itu telah menambah tinggi air laut di permukaan bumi sebanyak 2,5 cm per 10.000 tahun. Proses hujan dari luar angkasa ini telah berlangsung sejak bumi terbentuk atau sekitar 4,9 miliar tahun yang lalu sehingga telah menyumbangkan debit air dalam jumlah yang sangat banyak untuk mencukupi kebutuhan hidup mahluk di bumi.

Dan 1400 tahun lalu tentang komet es dari luar angkasa yang menghujani bumi ini telah disampaikan dalam Al Quran Surat An-Nur (Cahaya) 24 : 43
“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar