Jumat, 13 November 2015

Bahasa Semut









Ketika ribuan semut melawan dan menggigit secara serentak untuk mengusir pengganggunya, bagaimana mereka melakukannya sedangkan mereka berjumlah ribuan?
Bagaimana ribuan semut tersebut menerima perintah? Apakah dengan saling berciuman seperti yang sering kita lihat?


Seekor kupu kupu jenis maculinea alcon ketika menjadi larva, ia selalu dibawa oleh segerombolan semut dan dibawa ke sarangnya. Ia tidak pernah dibunuh dan dijadikan makanan semut, tetapi ajaibnya ia diberi makan dan dirawat tanpa kurang sedikitpun hingga ia tumbuh sayap dan siap terbang.
Tidak ada jenis serangga apapun yang mampu keluar dengan selamat dari bahkan jenis semut sendiri. Tetapi kenapa maculinea alcon malah hidup dan tinggal di sarang semut?
Ternyata malculinea alcon mempunyai kemampuan mimicry atau meniru suara ratu semut. Melalui penipuan suara inilah larva malculinea alcon mendapatkan berbagai kenikmatan setingkat ratu semut hingga ia menjadi kupu kupu dan terbang menjalani kehidupan selanjutnya.
2010, Profesor Jeremy Thomas (Oxford University) melakukan penelitian tentang cara interaksi semut dan berhasil merekam suara dan memainkan ulang suara ratu semut, serentak semut melakukan gerakan siaga "en garde" dengan antena yang berusaha mendengarkan perintah selanjutnya dari speaker, diam siaga selama 1 jam.
Robert Hickling, acoustical engineering & Richard L. Brown, professor entomolgy berhasil merekam dan mendeskripsikan 4 macam bahasa bicara semut api hitam.
1.    Sinyal peringatan.
2.    Percakapan normal.
3.    Sinyal penyerangan.
4.    Sinyal stress.
Hasil penelitian profesor dan tim menyimpulkan bahwa semut berkomunikasi dengan menggunakan suara. Jika tangan kita digigit oleh ribuan semut, itu pertanda ada satu suara komando tertinggi untuk menyerang tangan anda. Suara semut ini telah lama diketahui oleh binatang pemakan semut dan beberapa binatang yang mencari keuntungan dari semut diantaranya malcunlinea alcon.
Bahasa semut adalah sebuah karya pembuktian terindah dari Professor Jeremy Thomas, Robert Hickling & Professor Richard L. Brown saat ini, dan tanpa disadari mereka telah berhasil membuktikan rahasia 1400 tahun lalu. Yaitu rahasia pengetahuan yang tersembunyi dalam Al Quran surat An Naml 27:18, dimana seekor semut berbicara. Tidak ada alat super canggih saat itu untuk mendukung Nabi Muhammad SAW yang buta huruf membuat ayat tersebut kecuali ayat tersebut memang berasal dari pencipta semut tersebut, Allah SWT. Subhanallah.


Kamis, 12 November 2015

Siklus Hujan dalam Al Quran














Ketika kecil kita belajar bahwa air hujan berasal dari air laut yang menguap, berkumpul menjadi awan hujan, lalu airnya turun ke bumi sebagai hujan. Benarkah hanya uap air dari bumi saja yang menjadikan hujan?

1988, Dr. Louis Frank, ahli fisika dari Lowa, USA, meneliti data dari satelit Eksploler I. Atmosfer telah berlubang dihantam oleh bola es yg sangat besar menembus dari luar angkasa. Berat tiap komet diperkirakan 100 ton dan kulitnya berlapis hidro-carbon hitam. Garis tengahnya kira-kira 10 meter. Menghujani bumi dalam jumlah besar, yaitu sekitar 10 juta buah dalam setahun, atau 19 buah per menit!

Dr. Clayne Yeates, ahli fisika dari Pasadena, California, menerangkan bahwa bola-bola es itu meluncur dengan kecepatan sekitar 10 km/detik dari ketinggian 150.000 km, dan mulai pecah menjadi butiran es akibat gelombang udara sangat hangat pada ketinggian 1000 km di atas permukaan bumi. Butiran es tersebut selanjutnya menguap menjadi embun dan turun ke bumi sebagai air hujan, tetapi proses tersebut dibeberapa tempat kadang tidak sempurna sehingga bisa menyebabkan fenomena hujan batu es.






Dr. Louis Frank menghitung bahwa jumlah air ”kiriman” dari luar angkasa itu telah menambah tinggi air laut di permukaan bumi sebanyak 2,5 cm per 10.000 tahun. Proses hujan dari luar angkasa ini telah berlangsung sejak bumi terbentuk atau sekitar 4,9 miliar tahun yang lalu sehingga telah menyumbangkan debit air dalam jumlah yang sangat banyak untuk mencukupi kebutuhan hidup mahluk di bumi.

Dan 1400 tahun lalu tentang komet es dari luar angkasa yang menghujani bumi ini telah disampaikan dalam Al Quran Surat An-Nur (Cahaya) 24 : 43
“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”